Olahraga telah dikenal sebagai faktor pencegahan berbagai penyakit kronis. Ini karena olahraga dapat membantu tubuh menyeimbangkan kembali berbagai fungsi organ dan metabolisme. Entah karena alasan kesehatan atau penurunan berat badan, rutinitas aktivitas fisik dapat mengubah cara kerja berbagai organ. Sebab, jika dilakukan secara konsisten maka tubuh akan beradaptasi dan dapat meningkatkan tingkat kebugaran jasmani.

Beginilah cara tubuh beradaptasi dengan olahraga

Adaptasi adalah respon tubuh terhadap aktivitas fisik. Ini dapat terjadi untuk waktu yang singkat (adaptasi akut) atau untuk waktu yang lebih lama (adaptasi kronis).

Adaptasi akut – Adaptasi fisik yang terjadi dalam waktu singkat saat aktif secara fisik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan aktivitas organ seperti jantung dan otot saat berolahraga, namun adaptasi ini akan segera hilang atau kembali normal saat latihan telah dihentikan.

Adaptasi kronis – merupakan bentuk adaptasi yang terjadi dengan peningkatan intensitas latihan dalam hitungan hari, minggu, hingga bulan. Adaptasi kronis biasanya ditandai dengan perubahan bentuk organ tubuh yang disertai dengan peningkatan kapasitas kerja organ yang telah beradaptasi. Misalnya, peningkatan kapasitas paru-paru untuk menyimpan oksigen setelah beberapa waktu melakukan latihan aerobik.

Setiap orang berbeda-beda dari waktu ke waktu hingga tubuhnya mampu beradaptasi dengan olahraga secara optimal, namun secara umum adaptasi dipengaruhi oleh intensitas, durasi dan frekuensi. Untuk beradaptasi perlu dilakukan peningkatan secara perlahan dan konsisten ke ketiganya, hal ini perlu dilakukan peningkatan kapasitas fisiologis. Selain itu, individu yang telah aktif secara fisik akan lebih mudah beradaptasi dengan rutinitas olahraga baru dan mengalami peningkatan fungsi fisiologis dengan lebih cepat.

Apa saja perubahan yang terjadi pada organ akibat olahraga?

Ada beberapa perubahan utama pada organ tubuh setelah beradaptasi dengan rutinitas olahraga, di antaranya:

1. Kekuatan jantung meningkat

Hal ini ditandai dengan peningkatan ukuran dan kekuatan bilik kiri jantung, yang berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Pada orang dewasa normal yang tidak rutin melakukan aktivitas fisik, jantung memompa sekitar 60 ml darah. Namun, orang yang rutin melakukan aktivitas fisik bisa memompa darah hingga 100 ml saat istirahat.

Peningkatan kapasitas ini juga menyebabkan detak jantung turun karena jantung dapat bekerja lebih efisien dalam memompa darah. Kapasitas jantung juga penting untuk menjaga elastisitas pembuluh darah, pertumbuhan otot, dan kapasitas asupan oksigen.

2. Otot membesar

Sebagai organ penggerak tubuh, otot membutuhkan banyak energi yang didapat dari oksigen dan penyimpanan makanan. Peningkatan ukuran dan massa otot disebabkan oleh otot yang telah beradaptasi dan memiliki lebih banyak kapiler, mitokondria, enzim penghasil energi, dan kapasitas untuk menyimpan lebih banyak makanan seperti karbohidrat, glikogen, dan lemak.

Kapiler otot berguna untuk membantu efisiensi otot dalam menghasilkan energi melalui pengangkutan oksigen dan bahan makanan. Oksigen dibutuhkan oleh mitokondria di dalam sel otot untuk menghasilkan energi, proses ini juga dibantu oleh mioglobin yang jumlahnya cenderung meningkat pada otot yang aktif digunakan. Dengan berolahraga secara rutin, otot juga akan lebih beradaptasi untuk menggunakan bahan makanan secara efektif.

3. Peningkatan kapasitas paru

Semakin tinggi intensitas olah raga seseorang, semakin besar pula kebutuhan oksigen tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, paru-paru manusia dapat beradaptasi dengan menyimpan lebih banyak oksigen. Namun, ukuran paru-paru tidak bertambah besar.

Peningkatan kapasitas paru memungkinkan paru-paru menyimpan, menggunakan, dan mendistribusikan oksigen dengan lebih efisien, sehingga paru-paru dapat bekerja dengan baik tanpa terlalu banyak mengambil napas. Ini akan mencegah Anda kehabisan napas saat berlari atau saat melakukan olahraga intensitas tinggi. Secara umum, kapasitas paru-paru jauh lebih rendah jika seseorang tidak aktif secara fisik.

Meskipun paru-paru yang telah beradaptasi dapat menghirup lebih banyak oksigen dalam satu tarikan napas, individu yang rutin berolahraga cenderung memiliki tingkat asupan oksigen yang lebih rendah saat mereka istirahat. Ini karena tubuh telah dilatih untuk memenuhi dan mendistribusikan oksigen secara efisien.

4. Tulang beregenerasi lebih cepat

Adaptasi tulang terhadap olahraga dapat dipicu oleh kontraksi otot terhadap tulang. Ini membantu proses regenerasi tulang oleh sel-sel tulang baru setelah terjadinya degenerasi. Proses ini terjadi secara perlahan dan bertahap, dan dapat dipicu oleh semua jenis latihan, terutama latihan ketahanan, yang dapat membangun kekuatan otot.

Regenerasi dimulai dari lapisan tulang luar ke dalam. Regenerasi tulang umumnya terjadi pada kelompok tulang aksial (seperti tulang belakang, tulang rusuk, tengkorak dan tulang dada) dan tulang tungkai (tulang panjang di lengan atas dan paha, tulang belikat, lumbar dan panggul).

Postingan 4 Hal Yang Terjadi Pada Tubuh Anda Setelah Rutin Berolahraga muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Apa perbedaan antara soun dan soun? Mana yang Lebih Sehat?