Banyak orang yang merasa cemas dan takut saat harus menjalani operasi. Kecemasan dan ketakutan adalah reaksi yang normal. Namun, kecemasan yang berlebihan justru bisa membuat kondisi kesehatan Anda semakin parah sebelum menjalani operasi. Simak berbagai cara mudah untuk mengatasi kecemasan sebelum operasi.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan sebelum operasi?

Sebenarnya tidak ada cara pasti untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan menjelang operasi. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kecemasan.

1. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin

Agar tidak merasa terlalu cemas dan takut, Anda bisa menggali informasi terkait metode operasi yang dilakukan, mengetahui jenis anestesi yang akan diterapkan, serta risiko yang mungkin timbul selama operasi. Ketika Anda tahu pasti apa yang akan dilakukan dokter Anda saat operasi berlangsung, rasa cemas Anda akan berkurang.

2. Bicaralah dengan dokter yang merawat Anda

Anda dapat memberi tahu dokter yang merawat Anda tentang kecemasan dan ketakutan yang Anda rasakan. Bicarakan tentang apa yang membuat Anda cemas dan takut. Dengan begitu, dokter akan memberikan gambaran, prosedur pembedahan apa yang akan dilakukan dan kemungkinan hasil pembedahan yang akan Anda dapatkan.

Jika kecemasan disebabkan oleh pembedahan maka menjelaskan prosedur tidak akan memberikan kelegaan. Dalam hal ini, jika memang pasien mengalami stres berat, dokter akan memberinya obat penenang. Sedangkan jika Anda atau orang terdekat Anda pernah mengalami pengalaman buruk terkait operasi, maka tanyakan kepada dokter yang merawat Anda untuk menjelaskan kembali dan memastikan apakah ini akan memiliki akhir yang sama atau tidak.

3. Lakukan hal-hal yang membuat Anda rileks

Anda dapat melakukan apa saja yang Anda sukai untuk mengatasi kecemasan dan kecemasan yang muncul karena semakin mendekati jadwal operasi. Atau lakukan aktivitas yang dapat merelaksasikan tubuh, seperti pijat, akupunktur, atau yoga.

Namun, jika sudah masuk rumah sakit, Anda bisa melakukan hal-hal seperti mendengarkan alat musik, membaca buku favorit, atau mengobrol dengan orang terdekat. Hal-hal tersebut akan membuat Anda lupa sejenak mengenai jadwal operasional yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

4. Makan makanan yang sehat

Tanpa kamu sadari, makanan yang kamu makan memiliki efek tersendiri pada mood kamu. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Anda akan merasa jengkel atau lelah jika terlambat makan.

Baca:  12 Buah Penambah Darah untuk Membantu Mengatasi Anemia

Untuk mengatasi kecemasan sebelum operasi, bicarakan dengan dokter tentang apa yang bisa dan bisa dikonsumsi sebelum masuk ruang operasi. Pasalnya, sebagian besar prosedur pembedahan mengharuskan pasien berpuasa selama beberapa jam.

Jika boleh makan, minimalkan konsumsi gula dan karbohidrat olahan tetapi perbanyak asupan vitamin B karena kekurangan vitamin B (seperti asam folat dan B12) bisa memicu depresi. Beberapa makanan yang dapat mengobati depresi adalah makanan yang kaya omega-3 seperti salmon, tuna, dll.

5. Tidur yang cukup

Kesulitan tidur bisa menjadi gejala kecemasan sebelum operasi. Untuk mengatasinya, coba ubah pola tidur Anda beberapa hari sebelum hari-H. Mulailah mendapatkan tidur yang cukup minimal 7 jam per hari, dan singkirkan hal-hal yang dapat mengganggu kualitas tidur Anda.

6. Berpikirlah positif

Satu hal yang dapat memperburuk kecemasan adalah pikiran negatif tentang kondisi tubuh atau penyakit Anda, atau bisa juga aura negatif dari lingkungan Anda. Oleh karena itu, salah satu cara mengatasi kecemasan sebelum operasi adalah dengan berpikir positif.

Bisakah Anda mengatasi kecemasan sebelum operasi dengan obat penenang?

Penderita yang mengalami kecemasan berlebihan biasanya diberi obat penenang. Memang tidak ada ketentuan khusus obat mana yang dapat mengatasi kecemasan sebelum pembedahan, namun benzodiazepin merupakan obat yang sering digunakan. Benzodiazepin akan membuat pasien rileks dan tidur dengan nyenyak pada malam sebelum hari operasi.

Postingan Cara Mudah Mengatasi Rasa Takut dan Kecemasan Sebelum Operasi muncul pertama kali di Hello Sehat.