Saat bercinta, siapa yang tidak ingin tahan lama “bertempur” di ranjang? Terkadang, banyak hal yang membuat pria menjadi orgasme terlalu cepat, atau terlalu lelah ketika baru beberapa saat berhubungan seksual. Salah satunya adalah posisi bercinta. Gaya atau posisi bercinta yang bervariasi bisa dilakukan untuk menambah keintiman dan warna dalam hubungan seks Anda berdua. Maka dari itu, simak gaya bercinta favorit berikut ini, ya!

Macam-macam gaya bercinta untuk seks yang tahan lama

Tak sedikit orang yang kurang memahami variasi gaya saat bercinta. Akibatnya, hubungan di ranjang terasa hambar karena posisi yang dilakukan hanya itu-itu saja.

Nah, Anda tidak perlu khawatir karena artikel kali ini akan memaparkan apa saja posisi seks yang nikmat tiada tara sekaligus bikin tahan lama. Simak daftarnya di bawah ini:

1. Posisi spooning atau menyamping

posisi tidur pasangan
Sumber: Healthline

Posisi bercinta yang pertama ini, selain bisa menambah keintiman Anda dan pasangan, juga bisa bikin kegiatan memadu kasih Anda berjalan lebih lama, lho.

Posisi menyamping, atau yang biasa juga disebut dengan nama posisi spooning, akan menyatukan Anda dan pasangan di atas ranjang, namun tidak memerlukan banyak tenaga yang bisa memperpendek durasi bercinta.

Menurut sebuah artikel dari Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, posisi seks yang satu ini memicu kenaikan hormon oksitosin di dalam tubuh.

Hormon ini tak hanya membantu meringankan stres, namun juga mendukung interaksi sosial yang positif. Oleh karena itu, posisi spooning adalah pilihan yang tepat untuk menambah keintiman Anda dan pasangan.

Posisi ini bisa dilakukan dengan cara kedua pasangan menyamping dalam satu arah, sambil memeluk dan melakukan penetrasi.

2. Posisi misionaris

posisi seks untuk orgasme

Salah satu posisi seks yang intim ini memang merupakan posisi standar dan dasar dalam melakukan penetrasi vaginal.

Posisi ini memudahkan pasangan untuk terhubung melalui sentuhan, tatapan, suara, dan kenyamanan di antara kedua pasangan.

Jika Anda bosan dengan posisi misionaris yang itu-itu saja, Anda bisa melakukan sedikit modifikasi agar seks bersama pasangan jadi lebih berkesan.

Pada posisi ini, wanita berbaring dan pria di atas untuk penetrasi (penis ke vagina). Lingkarkan kedua kaki wanita di pinggul pria.

Wanita juga bisa mengangkat kedua kakinya ke bahu pria. Metode ini banyak diminati pria karena memberikan sensasi “sempit” ketika penetrasi. Tak hanya itu, posisi ini juga bisa menambah rasa pijatan pada penis pria ketika berada di dalam vagina wanita

Agar sesi bercinta semakin panas, Anda juga bisa menggoda pasangan dengan cara berbisik manis di telinga wanita, mencium mesra, bernapas di leher pasangan, dan bahkan dari ujung kepala hingga kaki Anda saling terhubung.

Posisi misionaris memang dirasa pas untuk memperlama durasi bercinta yang nikmat dan menyenangkan.

3. Gaya bercinta duduk mendekap

tips seks oral

Gaya bercinta yang satu ini akan membuat Anda merasa saling terikat dan memperlama kegiatan bercinta antara dua insan.

Untuk melakukannya, pria dalam keadaan duduk sambil kedua kakinya dibuka lebar. Pria boleh bersandar di tempat kepala tempat tidur atau di tembok agar lebih rileks.

Wanita kemudian duduk di atas kedua paha pria. Secara perlahan, turunkan bagian pinggang wanita dan atur penetrasi dari bawah ke atas.

Posisi ini memungkinkan wanita memegang kendali dalam mengatur kecepatan saat penetrasi. Agar tidak jatuh, wanita bisa memeluk atau memegang erat bahu pria.

Tips agar waktu bercinta jadi lama adalah dengan fokus pada tatapan dan rasa kasih sayang yang Anda hadirkan saat berhubungan seks.

Jangan lupa juga, lakukan posisi seks ini dengan gerakan lamban dan hadirkan belaian lembut antara satu sama lain agar hubungan seks menjadi menyenangkan untuk Anda berdua.

Bagi pria, godalah wanita Anda dengan bisikan romantis dan ciuman mesra ketika ia melakukan penetrasi.

4. Posisi doggy style

pasangan malu berhubungan intim

Siapa yang tidak tahu posisi seks ini? Gaya berhubungan intim yang mengharuskan wanita dalam posisi merangkak atau berbaring telungkup ini memang banyak digemari karena memberikan sensasi yang berbeda dari posisi lainnya.

Pada posisi ini, pusat kendali penetrasi ada di pria. Nah, agar sama-sama merasa nyaman, atur ritme penetrasi serileks mungkin.

Dengan posisi wanita merangkak atau berbaring, hal ini akan menimbulkan rasa penetrasi yang dalam dan luar biasa oleh wanita. Tidak dipungkiri juga, kalau wanita bisa mencapai orgasme jika melakukan doggy style.

Dengan begitu, setidaknya kedua pasangan akan mencapai orgasme bersamaan, meski dalam waktu yang agak lama dan bisa memperkuat keintiman serta batin di antara Anda dan pasangan.

Sesekali, cobalah tempat baru untuk melakukan posisi ini. Ya, tak melulu di atas kasur, Anda dan pasangan bisa melakukan posisi ini di sofa atau tepian meja. Dijamin, sensasi yang diberikan tidak kalah nikmat.

Namun, ingatlah untuk tidak terlalu bersemangat saat bercinta dengan gaya ini. Pasalnya, terdapat sebuah studi dari International Journal of Impotence Research yang menyatakan bahwa posisi doggy style cukup berisiko tinggi menyebabkan cedera pada penis.

Mencoba variasi baru sah-sah saja, asalkan tetap memperhatikan keamanan Anda dan pasangan, ya.

5. Gaya bercinta woman on top

posisi bercinta

Dengan gaya bercinta ini, pria bisa mengambil posisi pasif dan membawa tubuh serileks mungkin. Dengan santai seperti itu, pria dapat bertahan lama dan membiarkan pasangan mengambil alih kendali.

Contohnya, Anda bisa bercinta dengan posisi woman on top, di mana posisi ini bisa membuat pria tahan lama dan membiarkan wanita mengelola “tubuh” suami sepenuhnya.

6. Bersandar di dinding

Gaya bercinta berdiri dengan cara bersandar di punggung juga tak kalah menarik untuk Anda coba.

Dalam posisi ini, wanita berdiri dengan posisi menempel menghadap dinding, dan pria melakukan penetrasi dari belakang.

Secara perlahan, atur kecepatan dan intensitas dorongan selama penetrasi. Posisi ini juga memudahkan tangan pasangan bergerak ke dalam untuk mengeksplorasi bagian klitoris wanita.

Ditambah lagi, posisi ini juga direkomendasikan untuk Anda yang memiliki masalah persendian. Menurut situs CreakyJoints, gaya bercinta sambil berdiri mengurangi tekanan pada bahu serta area panggul.

7. Seks oral

Seks oral adalah salah satu cara bercinta yang bisa dilakukan tanpa melepas pakaian. Jika bosan melakukan seks oral di tempat tidur, Anda bisa coba melakukannya di atas meja.

Anda bisa duduk di tepi meja dan pasangan berlutut di depannya. Pastikan meja yang Anda gunakan cukup tinggi dan kokoh serta bersih dari segala kotoran.

Setelah itu, turunkan pakaian dalam Anda dan mintalah pasangan untuk mulai menstimulasi area bawah sana. Posisi ini memungkinkan pasangan untuk menggunakan bibir, lidah, dan tangan Anda untuk memanjakan bagian intim Anda.

Pasangan Anda juga akan lebih leluasa bergerak mencoba berbagai manuver, berbeda dengan seks oral di tempat tidur. Secara bergantian, lakukan cara ini ketika Anda ingin mengeksplor area intim pasangan.

Pakai teknik gaya bercinta ini untuk menahan orgasme

Selain posisi bercinta, Anda juga bisa menjajal trik khusus agar bisa tahan lama di ranjang. Anda bisa coba teknik menahan orgasme terlalu cepat.

Menurut Mayo Clinic, cara agar bercinta lebih tahan lama yang satu ini dianjurkan oleh dokter untuk pria yang memiliki masalah ejakulasi dini. Namun, teknik ini tidak ada salahnya dicoba juga bagi pria tanpa masalah ejakulasi.

Begini caranya, saat penetrasi dan Anda mulai merasakan orgasme ingin mencapai puncak, segera cabut penis dari vagina.

Kemudian, mintalah pasangan Anda untuk menekan perlahan bagian ujung penis. Tahan posisi ini selama beberapa detik, hingga rasa ingin orgasme menghilang.

Dengan melakukan teknik ini berulang kali, lama kelamaan Anda mulai mengetahui cara menunda ejakulasi tanpa perlu melakukan teknik ini lagi.

Itulah tadi berbagai tips mengenai gaya bercinta yang dijamin mampu mewarnai kehidupan seks Anda dan pasangan.

The post Inilah Gaya Bercinta yang Membuat Permainan Ranjang Lebih Menggairahkan appeared first on Hello Sehat.

Baca:  Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?